ramawillmetamorphose

Different and Proud

Aku Dalam Dimensi Nol (Gramedia)

Gramedia Gajah Mada Medan
Mungkin terlalu berlebihan jika aku mengatakan bahwa Gramedia adalah rumah kedua bagiku. Faktanya, aku belum pernah sih tidur apalagi sampai menginap di Gramedia. Bisa-bisa kena usir  satpam diriku. Tetapi, itulah yang aku rasakan saat berada di Gramedia.

Pertama kali menginjakkan kaki di Gramedia itu adalah waktu aku masih kelas 5 SD. Tau gak buku apa yang pertama kali kubeli? Komik. Yup, buku pertama yang kubeli adalah komik Doraemon edisi spesial yang judulnya aku udah lupa. Seiring bertambahnya umur, aku mulai beralih dari komik menjadi novel, lalu mengoleksi buku-buku strategi lulus UN dan PTN, kemudian kumpulan soal TOEFL dan beberapa minggu terakhir aku terdampar pada rak buku “Motivasi”. Biasalah, mahasiswa tingkat akhir yang sedang dalam masa jenuh butuh katalis.

Saat berada di Gramedia, aku selalu merasa seperti berada di dimensi lain. Oke, mungkin sebagian dari kalian akan menganggap kalau aku lagi teller atau ngigau. Tapi, itulah yang aku rasakan kalau sedang berada di gramedia. Makanya dulu waktu masih SMP, tiap minggu pasti singgah ke Gramedia. Bukan karena ada sebuah Kafe Donut yang menggoda mata di sebelah Gramedia. Bukan juga karena di seberangnya ada Sekolah mantan gebetan. Tapi karena emang pengen aja ngabisin waktu di Gramedia tiap hari sabtu. Selain itu, karena lokasinya juga yang gak jauh dari sekolahku. Kalau sekarang, karena kesibukan yang gak menentu dan jauh dari lokasi kampus, jadinya cuma sebulan sekali doank ke Gramedia.

Biasanya sih aku pergi sendirian ke Gramedia. Bukan karena aku gak punya siapa-siapa di dunia ini, hanya saja terkadang aku mendapatkan sensasi tersendiri kalau jalan sendirian di Gramedia. Padahal emang karena gak ada teman yang mau diajakin. Sedih ya. Hiks
Sebenarnya alasan utamanya adalah karena terkadang aku membayangkan bakal bertemu orang special di Gramedia yang sama-sama suka baca, terus sama-sama ngambil buku yang menarik perhatian kita. Okay, Enough with the drama.

Kenapa aku bilang kalau aku pergi ke Gramedia, aku berasa di dimensi lain?

Suasananya yang tenang

Terkadang, aku pergi ke Gramedia hanya untuk menikmati suasananya aja. Kalau lagi gak rame sih biasanya Gramedia itu tenang dan tentram, tempat yang cocok buat ngembaliin mood. Makanya, kalau aku lagi galau atau gak pengen diganggu, pelarianku selalu ke Gramed. Teman-temanku sampai hafal mau nyari aku dimana kalau aku udah gak bisa dihubungi. Ada teman yang bilang ke aku,kenapa gak ke perpustakaan aja sekalian yang lebih tenang. Masalahnya di perpustakaan itu buku nya horror semua, yang ada malah tambah bad mood aku.

Berburu buku jadi menyenangkan

Buku apa sih yang gak ada di Gramedia? Semuanya ada dan tertata rapi di tiap rak. Aku mau buku yang menghibur, aku bisa menuju rak novel dan komiik. Ingin belajar bahasa Inggris, menuju ke rak kumpulan kamus. Ingin memperdalam agama, silahkan menuju rak keagamaan. Cuma satu aja yang gak aku temukan di Gramedia sampai sekarang, gimana caranya supaya wajahku mirip Tom Cruise. Aku udah mengelilingi semua rak di Gramedia, hasilnya tetap nihil.

Pusat Gravitasi

Seperti yang kita ketahui, gravitasi membuat kita tidak melayang-layang saat berada di bumi. Malah menyebabkan kita semua terjatuh menuju tempat yang sama yaitu ke bawah (pusat bumi), bukan ke atas. Nah, sama hal nya dengan Gramedia yang menurutku adalah pusat gravitasi. Gak peduli dari kalangan mana aja, semua pasti pernah ke Gramedia untuk sekadar mencari atau membeli buku. Kita bakal menemukan guru, pedagang, pengacara, dokter, perawat, muslim, Kristen, Buddha, laki-laki, perempuan, segala suku dan lain sebagainya berkumpul di dalam 1 atap. Secara tidak langsung, Gramedia adalah salah satu media agar manusia saling berinteraksi. Menarik bukan?
Ada juga tempat lain yang dikunjungi oleh berbagai kalangan juga loh sebenarnya, kuburan misalnya ._.
Perbedaannya, Gramedia menyatukan yang hidup dengan yang hidup sedangkan kuburan memisahkan yang hidup dengan yang tak hidup.

Oke, sekian cerita singkat mengenai Gramedia dari sudut pandangku. Gramedia itu bagaikan dimensi nol bagiku. Ketika aku masuk kedalamnya, maka ruang gerakku seolah terpaku hanya disatu titik dan tidak bisa kemana-mana lagi. Hanya satpam yang bisa mengeluarkan aku dari dimensi ini.

gama

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s