ramawillmetamorphose

Different and Proud

Batman “The Dak Knight Rises” (Where is The Joker ?)

Salah satu superhero yang lumayan masuk akal dan favorit aku. Apalagi semenjak sekuel keduanya “the dark knight” aku tambah suka dengan Superhero ini di tangan sutradara Christoper Nolan. Kenapa? karena ciri khas dari Trilogy batman di tangan Nolan ini bukan hanya sekadar menyajikan pertarungan antara si superhero dan musuhnya, hubungan asmara dengan pacarnya terus happy ending. Tapi lebih dari itu, plot yang cerdas, dramatis, permainan emosi dan konsistensi si Nolan menjadikan Batman adalah pahlawan yang masuk akal dan siapa saja bisa jadi Batman. Gak harus memiliki kekuatan super. Apalagi tema-tema yang diangkat Nolan di trilogy Batman ini lebih mengarah ke kejadian-kejadian yg hangat di dunia nyata seperti teroris, invasi, pergolakan, politik, pemerintahan dan lain sebagainya. (Cukup Dan, gak usah kebanyakan ceramah)

Okay, tapi aku sedikit kecewa di The Dark Knight Rises ini. Penjahat favorit aku, Joker yang di sekuel sebelumnya berhasil menguasai Gotham dan melarikan diri dari Batman, gak ada nampak batang hidungnya disini. Setidaknya, dijelasi kek bagimana nasibnya si Joker. Wkwkwkwk.  Mungkin sebagian orang bilang plotnya cerdas (tapi terlalu berat utk aku cerna. Apa krena aku masi ababil? wkwkwk), rating nya pun tinggi. Entahlah, mungkin karena kemarin aku nontonnya midnight, dan orang rumah nelpon-nelpon mulu (jadi aku agak kurang memperhatikan nih film). Dan itu juga pertama kalinya aku pulang jam setengah 2. Aku gak tau kalo durasinya 2 jam 44 menit. Buset dah.
———————————————————————————————————

Review : Film langsung dibuka dengan adegan aksi di udara, tepatnya di dalam pesawat berisi sejumlah agen rahasia, yang mendebarkan di mana tokoh antagonis Bane (Tom Hardy) pertama kali menampakkan batang hidungnya sekaligus memamerkan kecemerlangan otot dan juga otaknya. *kuat kali*

No one cared who I was until I put on the mask,” kata Bane kepada salah satu agen rahasia. Dengan dialog tersebut, Nolan seperti ingin menekankan sejak dini bahwa Bane benar-benar merupakan makhuk yang berbeda dibanding Batman atau Bruce Wayne (Christian Bale). Tidak seperti Bane, Bruce Wayne sudah diperhatikan banyak orang sebelum ia mengenakan kostum Batman karena kesuksesan orang tuanya.
Dan scene ini baru aku ngerti maksudnya setelah ngeliat review disalah satu blog. (betapa teenagernya aku -_-“)………………

Delapan tahun sejak kematian Harvey Dent, Batman masih dijadikan menjadi ‘kambing hitam’ karena kejahatan di masa lalu (padahal bukan dia yg lakuin dan bukan kemauanya). Tapi kedatangan Bane (Tom Hardy) beserta pasukan yang menginvasi Gotham mengharuskan Batman keluar dari sarangnya. Bahkan dalam kehidupan nyata, Bruce Wayne jatuh miskin akibat kekacauan yang ditimbulkan Bane dan sekutunya.

Alur terus berlanjut dimana Batman menjadi semakin tertekan dibuat Bane, lagi-lagi disini Batman keliatan rapuh (bukan karena Bane yg dibuat terlalu Kuat), tapi kalo di “The Dark knight” Joker kayak pemeran utama dan Batman kayak pemeran pembantu, Di “The Dark Knight Rises” Bruce Wayne yang lebih mendominansi daripada Batman.

Masi seperti ciri khas film superhero, penghianatan juga masih ditemukan disini. Seperti Catwoman yang menjebak si Batman hingga dia dimaukkan ke dalam penjara yang belum pernah ada orang bisa kabur kecuali 1 orang. Siapakah dia ? apakah Bane ? (Makanya nonton. wkwkwk). Tapi, ya gak lucu aja kalo si Bruce Wayne gak bisa keluar dari penjara itu.

Gotham makin carut marut aja, bom dan nuklir berserakan dimana-mana. Semua orang jadi tertekan, termasuk penonton (aku) juga tertekan, karena menurut aku terlalu bertele-tele adegan di penjara itu (bukan karena org rumah dah nelpon2 aku. wkwkw). Belum lagi ada beberapa adegan yg gak penting (atau mungkin aku yg gak paham maksudnya). Kayak adegan di jembatan, dibuat simbol manggil batman (dulu kan pake lampu sorot) yang terbuat dari api. Aku pikir yang buat siapa, ternyata si Batman. Ngapai coba sempat2nya bikin “mahakarya” api di jembatan itu. Wkwkwkw

Tapi, setelah adegan bertele-tele diatas yang menurut aku terlalu lama, terbayar semua dengan adegan selanjutnya. Batman bersatu dengan catwoman, dan batman juga menampilkan perlengkapan baru yang menjadi pendukung Batman. Setelah muncul Bat-Pod (Motor) dan Tumbler (mobil) dalam film sebelumnya, maka kali ini muncul Bat yang merupakan perpaduan antara helikopter Apache dan Jet Herrier sebagai armada Batman.
Bat-Pod ternyata kalo dipakek Catwoman, Sexy juga. Hahaha

Dan setelah semuanya hampir selesai (menurut aku), ternyata masi banyak kejutan yang ditampilkan Nolan yang tak terduga-duga. Seperti wanita yang tidur dengan Bruce Wayne, berkhianat di ujung cerita dan sedikit besar andil dalam semua masalah ini. Dan nonton sendirilah siapa sosok Miranda itu senidri. Yang jelas, endingnya bagus juga sih. Nama Batman kembali baik, dan gak merusak reputasi Hero Harvey Dunt. Benar-benar permainan psikologi yang menarik dari Christopher Nolan. heheheh. Dan aku sedikit terkejut, kalau ternyata John Blake adalah Robin (inilah kalo nonton tiba-tiba dan gak liat resensinya. Hahahah). Sayang kali, Robin gak pake kostum padahal dah di sekuel terakhir.

——————————————————————————————————————————————————-

Over all, setelah aku membaca review sana sini aku jadi pengen nonton lagi nih “The Dark Knight Rises”. Kayaknya banyak adegan yang belum aku pahami maksud dan tujuannya. Banyak pesan-pesan yang disisipi si Nolan ini  kayaknya yang belum aku tau. Walaupun tetap, tidak akan menggeser “The Dark Knight” sebagai film no. 1 versiku. Hahaha.

Trailer The Dark Knight Rises

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s